Cerita Dosen Magang: Awal Keberangkatan ke Pulau Jawa

Posted by

“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.”

Andrea Hirata, Sang Pemimpi

Finally, pengumuman kelulusan dosen magang akhirnya datang juga, melalui alumni tahun 2017 sebelumnya via aplikasi whatsapp. Iva begitu panggilannya memberikan ucapan selamat, ITB menanti. Awalnya, saya yang agak bingung dengan apa yang disampaikannya itu bertanya ulang. Maksudnya apa, dan diapun mengirimkan surat pemberitahuan.

Alhamdulillah, menjadi bagian dari dosen magang yang lolos tahun ini adalah Present dari Allah Subhana Wata’ala. Yah, beberapa tahun kemarin tidak jadi-jadi mendaftar meskipun mau namun karena ‘kontrak” pekerjaan yang waktu dan pikiran membutuhkan perhatian dan plus pikiran yang selalu terhambat TOEFL. Dan ketika pengumuman dibukanya pendaftaran dosen magang tahun ini, saya mencoba menghilangkan semua hambatan lalu mendaftar.

Perlengkapan hidup selama jadi dosma

Serasa mo pindah rumah, tas koper, ransel, oleh-oleh makanan khas belum lagi dos kardsu sebagai awal keberangkatan. Katanya teman-teman yang selepas dosen magang itu tasnya bakalan “beranak”. What’s big issue, barang yang dibawa saja sudah bikin rempong banget. Bismillah sajalah.

Boaring pas tiket pesawat Garuda penerbangan dari Makassar ke Jakarta

Tanggal 8 Juli, pukul 10.55 wita pesawat Garuda dengan tujuan Jakarta menjadi pilihan bersama teman yang juga lolos. Ada hal yang lucu yang membuat kami bertiga tampak bodoh stelah check in, ketika mbanya menginstruksikan untuk menunggu panggilan sambil menunjuk arah yang ditujunya. Jika selama 3 menit tak ada panggilan maka bagasi kami aman.

Dosma dari kampus yang sama

“Mba, silahkan menuju ruang sana untuk menunggu pengecekan bagasi” ucapnya sambil menunjuk arah samping kiri. Ia mba, makasih”. Ucap kami lalu menuju ke arah yang ditunggu.

Lebih dari 5 menit menunggu tak ada panggilan, dan kebingungan sambil berdiri menunggu panggilan di depan ruangan yang ragu-ragu kami buka. Ini pertama kalinya kejadian, biasanya setelah chek in, langsung saja menuju ke pintu gate penerbangan. Dan oh ia, ada juga yang beda saat setahun lalu ke bandara, tidak adanya pemeriksaan setelah masuk dari pintu masuk setelah memperlihatkan tiket. Nyatanya itulah kenapa mba yang berada di counter chek in menginstruksikan untuk ke ruangan pengecekan bagasi.

Sudah bertanya ke pengunjung lain yang melintas, tak ada jawaban. Sampai ada pengunjung lain yang membuka pintu ruangan yang nyatanya tak tampak bahwa tempat itu boleh dibuka, tempat kami berdiri untuk waktu yang lama dan disitulah tawa kami bertiga pecah bersama, hahhahaha.

Sejam setelah landing di bandara Soekarno Hatta, kami menuju ke hotel di daerah Bekasi Barat menggunakan angkutan kota DAMRI. Tiket yang dibeli seharga 45 ribu, sedang yang kami naiki Royal tiketnya 60 ribu. Bus akan berhenti diterminal kayu angin, jika tak ada bagasi, penumpang bisa turun di tempat tujuan. Di terminal, kami menyambung lagi menggunakan mobil biasa menuju hotel.

Karena kegiatannya akan dimulai hari senin pukul 4 sore besok, masih ada waktu untuk istirahat. Dan besok seluruh peserta dosen magang dari beberapa pulau dan Universitas Negeri dan Swasta  di Indonesia akan belajar tentang pengelolaan dan manajemen kampus di perguruan tinggi pembina. Saya lebih menyukai menyebutnya pertemuan dosen senusantara :D.

Hotel yang ditempati terbilang lumayanlah sesuai dengan isi kantong yang pas-pasan, meskipun masih cari yang lebih di bawah harganya. Dan malamnya karena samping jalan ada mall, jadilah pilihan untuk jalan-jalan. Dari kedatangan sampai mau bergeser menuju hotel pertemuan selanjutnya, sepanjang jalan itu arus lalu lintasnya merayap. Macet.

 

 

 

 

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *