YhanthyDech's Blog

It's abOut Life, You, mE anD Them
Ke Sumedang sambil ber-Wisata Budaya

Ke Sumedang sambil ber-Wisata Budaya

Dua tempat yang akan saya datangi selanjutnya setelah sepagian berkeliling di dua kampus di Jatinangor adalah  Museum Prabu Geusan Ulun dan Makam Cut Nyak Dien. Waktu sudah menunjukkan untuk makan siang saatnya wisata kuliner, jadi ceritanya selain wisata jalan-jalan bersama tim dosma ITB, kami juga wisata kuliner. Adalah Rumah Makan Kartika yang terletak di Jl Raya Serang -Cimalaka Sumedang Telp. (0261) 202675 menjadi tempat persinggahan unutk mengisi kampung tengah. Bagi yang akan menunaikan shalat ada mushalla yang berada di pinggir jalan di atas kolam ikan, tempatnya bersih.

Baca cerita sebelumnya disini Wisata Edukasi ke Sumedang

Mari makan gaess

Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang

Beberapa teman termasuk diriku tertidur dalam laju bus yang membawa kami ke jalan Prabu Geusan Ulun no. 40B Srimanganti, Regol Wetan yang berada di kompleks  Pendopo Kabupaten Sumedang. Di museum kami sudah disambut oleh guide yang akan mengajak kami berkeliling. Dimulai dari Gedung Srimaganti yang awalnya berfungsi sebagai kediaman resmi bupati dan keluarganya.  Lalu ke gedung Bumi Kaler, gedung Gandeng yang menyimpan barang-barang pusaka, gedung gamelan yang berisi koleksi diantaranya Gamelan Panglipur, gamelan Sari Arum, dan terakhir Gedung KeretaNaga Paksi.

Berfoto di depan Gedung Pusaka

 

Berfoto bersama team Dosma ITB

 

Salah satu sudut dari Museum Prabu Geusan Ulun

Bermain Gamelan

Makam Cut Nyak Dien

Rute terakihr adalah makan Cuk Nyak Dien, terletak di kompleks pemakaman Gunung Puyuh Kampung Gunung Puyuh Sukajaya, Menaiki tangga demi tangga mengikuti jalur ke arah makam. Letak makam Cut Nyak Dien terletak di belakang. Kang Asep penjaga makam menceritakan kisah pengasingan Cut Nya Dien yang tinggal bersama keluarga H Husna.

Makam Cut Nyak Dien dihiasi dengan kalimat berbahasa arab yang diukir di atas batu marmer putih. Tergantung foto Cut Nyak Dien di bangunan yang mengatapi makam dengan gaya khas Aceh. Lantai di sekeliling makam berlantai ubin sehingga peziarah bisa duduk disana.

Perjalanan ke makam ini menjadi akhir dari weekend kali ini. Sepanjang jalan pulang, kemacetan sudah menanti di pintu masuk Kota Bandung menjelang maghrib.

Depan pintu makan Cuk Nyak Dien

 

Makam Cut Nyak Dien

 

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.