Tongke-tongke, Destinasi Wisata Kawasan Pesisir di Sinjai

Posted by

Awalnya saya tidak tahu, jika di Sinjai ada satu tempat destinasi yang menarik yang dijadikan sebagai tempat wisata yaitu Tongke-tongke. Kecuali, minuman khasnya Minas, minuman yang terbuat dari singkong yang difermentasi. Selain itu, tempat makan yang dijadikan sebagai wisata kuliner TPI Lappa-lappa. Bukan, sekali atau dua kali ke Sinjai, menjadi fasilitator dalam sebuah kegiatan lalu berpindah kembali ke kabupaten lain. Jadinya, untuk eksplorasi tempat-tempat yang menarik itu terkadang tidak memiliki waktu ataukah sengaja sekedar datang ke sebuah daerah.

Bersyukur, di pekan kedua Maret ada perintah dari tempat kerja untuk melakukan perjalanan ke beberapa kabupaten. Setelah menyusuri kota Sinjai, menyelesaikan pekerjaan maka bersama Didit, Ifer, Naura dan Rizka menuju destinasi wisata yang direkomendasikan oleh Rizka untuk didatangi. Suara dari Google Map menuntun perjalanan kami dari kota Sinjai menuju perbatasan jalan Poros Sinjai-Kajang, sisa waktu satu jam untuk sampai sebelum ditutup pada pukul 18.00 wita.

Hari sudah menjelang maghrib kala itu kami sampai ke kawasan peisisir yang ditumbuhi oleh berbagai tanaman dengan berbagai macam jenisnya, baik yang berupa kayu kayuan, ilalang, atau tetumbuhan menjalar.  Kawasan yang dikenal dengan sebutan Hutan magrove, orang sekitarnya menamai Tongke-tongke karena terletak di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur yang merupakan Kawasan Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove dengan luas mencapai 173,5 hektar.

 

Untuk masuk ke dalam kawasan ini, pengunjung dikenakan biaya 5.000 rupiah/perorang.  Selain menyusuri kawasan hutan mangrove melalui jembatan kayu yang terbentang di antara tumbuhan, pengunjung juga bisa menyusuri keindahan kawasan ini menggunakan speed boat. Melakukan foto selfi atau bersama teman, dan menshare di  akun media sosial. Tongke-tongke merupakan laboratorium alam dimana kita bisa belajar tentang habitat makhluk hidup.

Transportasi ke tempat ini cukup mudah dan akses masuk jalanan yang sudah berbeton.

 

Related Post

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *