Catatan Saya

5 Jenis Penyakit Hepatitis

Jenis penyakit hepatitis sering kali dikenal sebagai ”silent killer’‘, umumnya penderita tidak menyadari  tengah menderita penyakit hepatitis dikarenakan tidak ada gejala pada tubuhnya. Tingkat prevalensi penyakit ini terbilang tinggi, problema pasca akut hingga dapat terjadinya cirroshis hepatitis dan karsinoma hepatoseluler primer virus hepatitis yang disebabkan oleh virus.

Penderita penyakit ini bisa diderita oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Terlebih jika seorang ibu yang hamil sangat rentan menularkan penyakit ini ke bayi yang dikandungnya.  Pada usia balita bisa memberikan dampak kronik lebih tinggi bila infeksi terjadi dikarenakan respon  imun si balita belum berkembang secara sempurna.

Pendeteksian secara dini akan penyakit ini, tidak bisa dilakukan secara mandiri. Dia kan terdeteksi ketika akan melakukan donor darah atau screening USG. Saat ini, di tengah kasus pandemic Covid 19, deteksi dini mengalami kendala. Apalagi saat ini himbaun untuk physcal distancing atau jaga jarak dan tinggal di rumah terus digalakkan.

Berkonsultasi dengan dokter dari jarak jauh dapat dilakukan, salah satunya dengan mendownload aplikasi Halodoc. Jika mengharuskan untuk datang ke rumah sakit, dengan aplikasi ini, calon pasien dapat membuat janji.  Selain itu layanan konsultasi online 24 jam ini,  dapat membeli obat tanpa harus keluar rumah.

5 Jenis Penyakit Hepatitis  yang Perlu Dikenali

Hari Hepatitis Dunia jatuh pada tanggal 28 Juli bertepatan dengan hari lahirnya penemu virus hepatitis B; Baruch Samuel Bloomberg. Penyakit hepatitis adalah terjadinya peradangan pada organ hati, penyebabnya banyak seperti bakteri, proses autoimun, virus yang obat-obatan, perlemakan, alkohol dan zat berbahaya lainnya.

Penularan jenis penyakit hepatitis terjadi melalui dua cara yaitu transmisi vertikal dan transmisi horizontal. Ada 5 jenis penyakit hepatitis[1] yaitu penyakit hepatitis A, B, C, D dan E. dan tiap penyakit ini tidak saling berhubungan satu sama lain. Macam-macam penyakit hepatitis B dan C adalah penyebab paling umum kematian, dengan 1,3 juta orang meninggal setiap tahun

Hepatitis A

Virus hepatitis A ditularkan melalui air dan makanan yang tercemar, namun hampir sebagian besar infeksi HAV didapat melalui transmisi endemic atau sporadic yang sifatnya tidak  begitu dramatis. Atau fecal oral. Gejalanya bersifat akut, tidak khas bisa berupa demam, sakit kepala, mual dan muntah sampai icterus dan dapat menyebabkan pembengkakan hati.

Penderita hepatitis A dapat sembuh dengan beristirahat dan makan makanan bergizi seimbang. Selain itu juga menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti olah raga, cuci tangan sebelum makan, dan mencuci makanan sampai bersih

Hepatitis B

Virus hepatitis B disebabkan oleh virus HAB, penularannya terjadi melalui transfusi darah,jarum suntik tercemar, pisau cukur, tatt, transplantasi organ. Gejala tidak khas seperti rasa lesu, nafsu makan berkurang, demam ringan,nyeri abdomen sebelah kana, dapat timbul icterus, air kencing warna teh.

Riwayat keluarga yang pernah menderita hepatitis B mempunyai resiko 7 kali lebih besar dari pada mereka yang tidak mempunyai riwayat keluarga yang menderita hepatitis B. Berdasarkan seks ratio, wanita tiga kali lebih sering terinfeksi hepatitis B disbanding pria dan jika terjadi pada bayi akan menjadi resiko kronis pada saat remaja [3]

Penularan hepatitis B paling banyak terjadi akibat ditularkan oleh ibu hamil kepada anaknya. Pada capaian Kemenkes 2019 tercatat, perkiraan ibu hamil ada lebih dari 5,2 juta.

Baca juga : Makanan penambah darah untuk kesehatanmu

Pada Hepatitis B pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari faktor risiko serta memberikan kekebalan dengan imunisasi aktif dan pasif. Untuk pengobatan hepatitis B dilakukan dengan pemberian vaksin dalam jangka waktu seumur hidup

Hepatitis C

Disebabkan oleh virus HAC, sirosis dan kanker hari. Etiologi virus ini termasuk golongan virus RNA (Ribo Nucleic Acid). Ditularkan melalui arah dan cairan tubuh, jarum suntik (IDUs, tattoo) transplantasi organ, kecelakaan kerja (petugas kesehatan), hubungan seks meskipun penularannya sangat kecil.

Pengendalian faktor risiko untuk menghindari dari penularan hepatitis B dan C adalah dengan berperilaku hidup bersih sehat, dengan tidak menggunakan alat pribadi secara bersama seperti gunting kuku, alat cukur, dan sikat gigi, serta tidak menggunakan jarum suntik bersama

Hepatitis D

Virus ini meski jarang ditemukan tapi paling berbahaya. Disebut juga virus delta, virus ini memerlukan virus Hepatitis B untuk berkembang biak sehingga hanya ditemukan pada mereka yang telah terinveksi virus Hepatitis B.

Hepatitis E

Dahulu dikenal sebagai hepatitis Non A Non B. Penularannya melalui fecal oral. Gejalanya ringan menyerupai gejala flu sampai icterus.

Tren virus hepatitis di Indonesia adalah hepatitis A, B, dan C. Masa inkubasi hepatitis A adalah 30 hari, hepatitis B 80 hari, dan hepatitis C 50 hari.

Referensi Bacaan

[1]      “Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pusat Data dan Informasi (Profil Kesehatan Indonesia).” pp. 1–6, 2014.

[2]      E. Estiyana, S. Supiyati, and Nurmilawat, “Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian HBsAg Reaktif Terhadap Ibu Bersalin di Rumah Sakit TK. III Dr. R Soeharsono Banjarmasin,” Jurkessia, vol. 8, p. 161, 2018, doi: 10.14941/pregrass.4.1-2_74_1.

Kemenkes Prioritaskan Eliminasi Hepatitis B dari Ibu Ke Anak

https://tirto.id/kemenkes-sebut-120-ribu-bayi-akan-menderita-hepatitis-b-tiap-tahun-eeN6

https://www.kemkes.go.id/article/view/20072900002/termasuk-silent-killer-hepatitis-bisa-dicegah-dan-diobati.html