Catatan Saya Filim

Belajar 5 Hal dari Film Milly dan Mamet

Belajar 5 Hal dari Filim Milly dan Mamet

Akhir tahun kemarin 2018 di hari Rabu, 26 Desember, K Nanie lagi “party”. Kami teman komunitas diajakin nonton. Info ajakan bertebaran di komunitas group sosial media yang K’ Nanie ikuti, salah satunya group Line Blogger MAM. Rupanya K’ Nanie menang kuis dari salah satu bank dan walhasil nonton satu studio adalah hadiahnya. Nonton bertiga menurutnya ngga asyik, jadilah K’ Nanie mengajak teman-teman komunitas untuk nonton bersama.

Tiket nonton yang bakalan jadi ”Harta Karun” lagi

Alhamdulillah, terimakasih K’ Nanie, semoga rejekinya lancar jaya.

Nonton film Milly dan Mamet ini banyak scene yang lucu banget dan menggemaskan, ada pula saat dimana perasaan “diaduk” sedih haru biru dan tentunya film ini berisi pelajaran hidup yang dikemas secara ringan, menarik dan mengalir. Sebuah film yang disutradarai oleh Ernest Prakasa yang juga bertindak sebagai penulis skenario dan pemain.

Di awal film, kita sudah diperlihatkan kembali tentang persahabatan Cinta bersama ketiga sahabatnya. Seperti judul filmnya, Milly dan Mamet, tapi ini bukan tentang Cinta dan Rangga loh.

Setelah sejam lebih nonton, dan mencoba mengingat kembali pesan-pesan yang ingin disampaikan. Maka, saya belajar 5 hal dari film Milly dan Mamet ini, yaitu:

Bersama kaka Blogger (sumber : Foto K’ Emaronie)

Doa
Saat teman-teman Milly kemudian dengan bercanda dan secara serentak semoga jadian, menjadi cerita di awal film ini. Dan finally, that’s hapen to them. Menikah. Bahwa doa itu akan diijabah tanpa tahu dari ucapan siapa yang keluar. Jadi, tak usah ragu ketika meminta untuk didoakan.

Mimpi
Karena sebuah hobby lalu berlanjut dengan sebuah alasan. Cita-cita pengen punya restoran sendiri adalah mimpi Mamet. Sebelumnya, karena ayahnya yang sedang sakit sehingga dia membuat makanan yang cocok untuk ayahnya konsumsi. Meski setelah menikah, mimpi itu berada pada posisi jeda. Dan tercapai kembali setelah bertemu teman lamanya. Lalu drama kehidupan yang bergulir membuat Mamet tetap memenuhi mimpinya dengan memiliki katering rumahan.

Kepercayaan
Bagi setiap orang, kepercayaan itu adalah barang yang sulit untuk dipindah tangankan, meski status sebagai orang dekat seperti posisi Mamet. Kontrol terhadap perusahaan tetap berada di tangan ayah mertua. Jadilah, selama membawahi perusahan konveksi, semua masih tetap atas persetujuan ayah mertua. Hingga suatu hari, disaat orderan yang butuh keputusan cepat, menjadi ledakan yang membuat ayah dan anak itu bersitegang.

Hati-hati Kata-katamu
Milly yang sudah senang menjalani hidup sebagai ibu rumah tangga menjadi galau karena perkataan teman dan tetangganya. Mencontoh ibunya yang menjadi ibu rumah tangga full membesarkannya dan dia ingin Sakti juga seperti itu. Semuanya baik-baik saja, hingga apa yang dikatakan oleh orang di sekitar tentang hidup yang dijalani saat ini merasuk dalam fikirannya. Beraktifitas di luar rumah.

Let’s Try it
Kita ngga akan tahu apa hasilnya, kalau kita ngga mencoba. Beberapa scene dalam filim ini memperlihatkan dimana keduanya saling support untuk mencapai apa yang direncanakan. Cobalah, dan kamu akan tahu apa hasilnya kemudian.

Well, tidak ada salahnya mencoba kan. Sepanjang kemudian itu bisa membawa perubahan dan memperbaiki hidup. Just do it. Toh, ikhtiar tetap dilakukan dan doa tetap dimunajatkan. Jadi mari merawat mimpi. 😀

Kota Daeng, 9 April 2017

21 Replies to “Belajar 5 Hal dari Film Milly dan Mamet”

  1. ini filem lucu banget sih, dan pemainnya karena masih ada benang merah sama aadc jadinya tuh penonton udah aware sehingga nontonnya juga enak.

  2. Rasa kepercayaan inilah yang susah dipegang teguh mba, kadang ada muncul kekhawatiran apakah berjalan dengan sukses atau berhenti dijalan. Tapi dengan doa dan keyakinan, pasti diberikan jalannya.

    Jadi penasaran pengen ntn film nya, mba. 🙂

  3. Saya belum pernah nonton film Milly n Mamet, kmrin pas di bioskop dpt tiket gratis sama temen tp nontonx film Aquaman, sempat nonton teaserx sepertinya filmx lucu bgt, setelah baca tulisannya kak ternyata film komedi ini punya pesan moral yg lumayan byk jg.

  4. Belum sempat nonton filmnya, tapi sepertinya lucunya dapat romantisnya pun dapat. Milly dan mamet emang udah clop chemisrtry nya sih wkt masih main di AADC hehe

  5. Dari setiap film yang kita tonton, memang kita harus pintar-pintar petik pesan yang tersirat. Kekuatan doa itu memang bisa jadi nyata, kalo terus-terus kita panjatkan dengan sungguh-sungguh.

  6. Milly dan Mamet memberikan gambaran kehidupan keluarga muda sehari hari yang sering dialami. Film yang memberikan nilai positif bagi keluarga muda dan bagaimana pengalaman mereka membina keluarga yang baik

  7. Saya juga nonton ini pas ditraktir sama Kak Nani, ternyata kita satu studio waktu itu ya kak.

    Filmnya memang lucu, tetapi tidak lepas dari sesuatu yang mau disampaikan. Tulisan di topi yang dipakai Ernest dalam film ini juga keren

  8. Saya juga selalu percaya pada doa. Makanya kalau makan berdoa dulu #halah

    Ini salah satu film Indonesia terbaik saya kira. Film indonesia terakhir yang saya nonton di bioskop.

  9. Film indonesia yang penuh arti dan makna, nonton film tapi skaligus bisa belajar banyak hal mulai dari mimpi hingga do’a yang akan mewujudkan segala mimpi mimpi kita..

  10. Saya belum pernah nonton film ini. Jadi penasaran deh semoga nanti bisa nonton deh walau bukan di bioskop nontonnya. Btw suka banget dengan kalimat ini “Bahwa doa itu akan diijabah tanpa tahu dari ucapan siapa yang keluar. Jadi, tak usah ragu ketika meminta untuk didoakan”

    Noted. Jangan ragu untuk minta didoakan 🙂

  11. Wah berarti saya satu bioskop dengan kak yhanthy waktu itu ya.. Saya kira ini film sangat bagus. Pas dengan dunia nyata kita. Banyak hal yang disinggung sama toko mamet. Saya paling ingat tentang singgungannya masalah korupsi di negeri ini yang berawal dari pemberian tip.

  12. Let’s try it and just do it.. Ini setuju banget.. Mana kita tau apa hasilnya kalau ngak dicoba dlu,, kalau cuma dibayangkan saja ngak bakalan tau.. Beda klw sudah dicoba langsung, pengalaman yang berbicara..

Leave a Reply