Lifestyle

Menghitung Biaya Produksi

menghitung biaya produksi
Posted by Yhanthy

Menghitung Biaya Produksi adalah agenda ke Pare-pare. Hujan menjemput kami di daerah perbatasan Barru dan Pare-pare, hari sudah malam dan perjalanan ke tempat tujuan membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam dari Makassar.

Kali ini bersama 4 orang tim Crew Makassarpreneur yakni Fajrin Fahrezi, Gadis Kinanti, K’ Maryam  dan saya sendiri tentunya, kami akan memfasilitasi dampingan kelompok ibu-ibu pesisir LSM Oxfam, bersama Livelihood adviser of Oxfam’s Restoring Coastal Livelihood project, mba Jaya Tulha, selama 3 hari (11-13 November 2013).

Dalam hal comunity development, ilmu ini masih baru buatku yang berlatar belakang pendidikan teknik. Namun, setiap kali ikut kegiatan, alhamdulillah sedikit demi sedikit mendapatkan pencerahan.

diskusi kelompok pare

Kelompok yang akan difasilitasi merupakan kelompok baru dan ada juga yang lama, sebanyak 28 peserta perwakilan kelompok mengikuti pelatihan ini. ada pula dari KPM (Kelompok Pendampingan Masyarakat).

Baca juga: pangan untuk keberlangsungan hidup

Mendampingi perencanaan usaha, pembuatan bisnis plan dan menggali informasi terkait apa yang sudah dilakukan mereka. Melakukan pendampingan pembukuan, peralatan terkait kebutuhan dalam memproduksi produk.

presentasi produk

menghitung biaya produksi itu perlu memahami usaha sendiri

Produk yang mereka buat adalah bahan lokal yang ada di sekitar mereka, dan rumput laut merupakan potensi yang cukup besar dimiliki di daerah Barru dan Pangkep, selain telur bebek, ikan, kerang-kerangan dan yang terkait dengan pendapatan hidup. selain itu juga sayuran organik dapat dijadikan pula sebagai sumber pendapatan keluarga. Sehingga, ketika mereka membuat usaha dan akan membesarkan usahanya, maka akan terjadi keberlanjutan dan keberlangsungan usaha.

Selain itu, dalam kegiatan ini dilakukan pula latihan menjual produk. Dua produk yang dikompetisikan adalah dodol rumput laut kelompok Nurul Yaqien dan Bolu cukke dari Kelompok Bahagia. Peserta pelatihan memberikan saran dan menyampaikan kelebihan dan kekurangan dari produk tersebut. Dan yang menjadi tim juri adalah Crew Makassarpreneur.

Ini adalah pengalaman buat saya mengikuti kegiatan ini, jadi saya sudah bisa menghitung biaya produksi yang diperlukan untuk membuat sebuah produk, ungkap pak Sulaeman dari kelompok Mattirotasi. Usahanya adalah membuat handmade dari kerang-kerangan.

Biaya produksi itu terbagi atas biaya langsung dan tidak langsung. menghitung biaya produksi perlu memahami usaha sendiri.

Melihat usia mereka yang tak lagi muda, semangat belajar itu sangat tinggi. Itu terlihat ketika jam sudah menunjukkan pukul 10.15 malam. Meski sudah diingatkan, mereka masih dengan antusiasnya menghitung biaya dan menulisnya dalam bisnis plan. Dan yang menarik juga, melihat Gadis dengan semangatnya melayani pertanyaan dari para ibu dalam pengisian bisnis plan, terlebih lagi usia kandungannya masih berusia tiga bulan, Hmm, manggil si kecil nantinya si BP atau si RL yah? =D

pemandangan laut

Selama pelatihan berlangsung, pemandangan laut yang terlihat dari atas bukit, menambah semangat belajar di atas perbukitan Kota Pare-pare, di Hotel Bukit Kenari, Jl. Jenderal Sudirman Nomor 61

Leave A Comment