Jalan-jalan My Activities

Sampah dan pemikiran anak-anak

Sabtu pagi (2 Oktober 2013) mobil avansa merah melaju meninggalkan kota Makassar. Pagi ini ada kegiatan pendampingan belajar bersama anak-anak sekolah dasar.  Menyusuri salah satu desa Tamangappa di Kabupaten Pangkep, menuju Dusun Kalukue.

Sampah dan pemikiran anak-anak

Udara tampak mendung, namun keceriaan anak-anak membuat wajah-wajah fasilitator yang kelelahan akhirnya menjadi ceria. Pembelajaran kali ini berada di SD 20 Kalukue, sebanyak 25 anak akan belajar bersama tentang sampah. Mereka duduk di kelas 4, 5 dan 6.

Program pendampingan sekolah dasar ini tidak hanya dilakukan di Pangkep saja, tapi dilakukan juga di Maros, Barru dan Takalar. Inisiatif dari MAP (Mangrove Action Plan), salah satu LSM yang konsen terhadap pemberdayaan warga  pesisir dan lingkungannya. Difasilitasi oleh Green Teacher Indonesia (GTI) chapter Sulawesi Selatan, K Edy dan K Murni, dan saya sendiri tentunya =) . Selama 4 bulan, akan berbagi mengenai pendidikan lingkungan hidup.

Ternyata kegiatan ini sudah memasuki pertemuan kesepuluh, dan aku merasa sudah banyak kehilangan moment. Sebelumnya mereka sudah diberikan materi lingkungan hidup dengan pendekatan bahasa inggris. Yah, mempermantap bahasa inggris juga bolehlah sambil ikutan belajar juga.

Sampah dan pemikiran anak-anak

Setelah berdoa bersama, mereka diberikan pengarahan tentang sampah, menggali informasi dan berdiskusi. Kemudian diminta untuk mengambil sampah yang ada di lingkungan sekolah, tentunya bukan yang sudah berada di tempat sampah. Setelah dilirik-lirik, mereka lebih banyak mengumpulkan sampah jenis plastik. Ternyata, jajanannya lebih banyak kerupuk atau biskuit, itu terlihat dari sampah yang mereka kumpulkan perorang.

Dari sampah yang mereka ambil, mereka diminta untuk menuliskan apa yang mereka fikir tentang sampah. Mereka bercerita, sampah itu apa, untuk apa dan bagaimana sampah itu kemudian bisa dimanafaatkan lagi. menceritakan kembali apa yang sudah ditulis di depan teman-temannya.

Tak lupa fasilitator kak Edy  juga memperkenalkan tiga kata dalam pembelajaran lingkungan hidup, re-duce, re-use, dan re-cycling.

Materi berakhir dengan meminta mereka mengelompokkan jenis sampah yang mereka pungut ke dalam sampah organik dan non organik. meski mereka masih sekolah dasar, pemahaman tentang sampah jauh lebih baik lagi untuk tetap diarahkan.

Tujuannya agar bumi awet dari sampah, terutama sampah jenis plastik.

Leave a Reply