Lifestyle

Pangan untuk Keberlanjutan Hidup

Siang yang terik, berkumpul di depan Benteng Rotterdam (Sabtu 26 Oktober 2013). Hari itu ada kegiatan yang dilakukan oleh OXFAM,  lembaga internasional yang bergerak pada pemberdayaan masyarakat di empat kabupaten di Sulawesi Selatan, yakni Takalar, Maros, Pangkep dan Barru memperingati hari pangan se-dunia.

Pangan untuk Keberlanjutan Hidup

Kegiatannya mengangkat tema “Sistem pangan berkelanjutan untuk ketahanan pangan dan gizi”.  “Peningkatan jumlah penduduk, konversi lahan, perubahan iklim menjadi tantangan bagi pengembangan sektor pertanian, perikanan, kelautan dan kehutanan.

Baca juga: Kemah lingkungan

Namun, upaya meningkatkan ketersediaan pangan, harus tetap memerhatikan keseimbangan ekosistem dan ramah lingkungan serta tidak mengancam keanekaragaman hayati,” ungkap  Manager OXFAM Wilayah Indonesia Timur, Boedi Sardjana saat pembukaan acara.

Dalam kegiatan ini ada beberapa rangkaian kegiatan yaitu pameran produk organik, talk show live, tari tradisional, lomba menggambar dan mewarnai tingkat SD dan TK, gelar teknologi, bazar produk organik dan teatrikal.

Di stand yang disiapkan oleh panitia kegiatan, terlihat beberapa komunitas seperti Makassar Berkebun dan Sokola Pesisir. Selain dari Stand dampingan binaan RCL Oxfam.

peserta kegiatan

Teatrikal yang dibawakan oleh anak-anak dari desa laikang takalar, mereka memerankan perannya dengan sangat menarik dan bahasa yang digunakan sehari-hari. Memperkenalkan dan menjalin emosi masih anak-anak, sebuah langkah perbaikan  dan keberlanjutan serta keselamatan daerah pesisir.

Hadir dalam kegiatan, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Pertanian Kota Makassar Abdul Rahman bando, Kepala Pemberdayaan Perempuan Provinsi Sulawesi Selatan, perwakilan OXFAM dari Inggris, beberapa akademisi.