sambal roa

Cerita siang ini di hari Senin, 3 Februari 2020 tentang drama sambal roa. Kampung tengah menggeliat, pertanda waktunya makan siang. Tiga butir telur di lemari es menjadi barang paling berharga menemani nasi putih itu. Dan setelah “ perkelahian” di depan kompor jadilah ia telur dadar yang tak berbentuk.

Sambil telur dadarnya digoreng, satu sisir pisang yang masih muda menjadi terkaman tangan yang lapar. Sambil menunggu ia masak di atas panci berisi minyak goreng. Telur dadar dan nasi putih ditemani sayur labu kuning berkuahkan santan mengisi perut yang sedari tadi meminta untuk diisi.

Baca juga: Makanan Penambah Darah

Pisang yang digoreng setengah masak lalu diangkat dan ditumbuk berbentuk pipih itupun digoreng kembali. Menu penutup itu Pisang Peppe namanya. Sayangnya tak enak rasanya menikmati tanpa cobe-cobenya.

Sedari tadi di dapur, urung membuat cobenya karena hanya 4 biji pisang yang digoreng dari 12 biji itu. Jadilah atas saran K’ Imhe, sebagai pengganti Sambal Roa menjadi pilihan. Yang sebelumnya sudah menemani makan siang, meski harus berdebat siapa yang akan bayar Sambalya ????.

Sambal roa
Sambal Roa Tou Dano

Sambal Roa

Sambal Roa ini sendiri terbuat dari ikan Roa dipadukan dengan cabai dan beberapa bumbu dapur. Sambal khas Manado ini, saat dimakan rasanya pengen nambah apalagi bagi yang suka makanan pedis. Pembuatnya ini dulunya sering dipanggil ke acara pernikahan, karena banyak yang suka. Akhirnya Ibu Anita begitu ia disapa membuatnya menjadi usaha pribadi dan mengemasnya dalam botol plastik dan standing pouch.

Untuk pemesanan bisa dipesan di website www.oleholehmakassar.co.id atau Cek IG Sambal Roa

Besok malamnya, saat pisang rebus yang sedari tadi dimasak oleh K’ Tya telah dikeluarkan dari dapur saat saya berkunjung dan mencari tahu keberadaan si sambal untuk dijadikan santapan menemani pisang rebus, nyatanya Si sambal telah menemani martabak di Amarylis ????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *