Teknik Fasilitasi ala Barrang Lompo

Barrang Lompo

Rencananya kita akan belajar tentang teknik fasilitasi di pulau Barrang Lompo.Pagi itu kami berangkat melalui Dermaga kayu bangkoa yang suah tampak ramai, maklumlah karena hari libur, kamis (6/6).

Banyak warga yang tinggal di pulau melakukan aktifitas belanja kebutuhan pokok ke kota Makassar, dan warga yang tinggal di kota Makassar menikmati liburan, berkunjung ke rumah kerabat, snorkling atau sekedar berenang di pantai.

Pulau Barrang Lompo

Pulau Barrang Lompo terletak sekitar 12 kilometer sebelah barat Kota Makassar dan berada di kawasan Kepulauan Spermonde. Pulau ini memiliki luas sekitar 89 hektar, dengan jumlah penduduk kurang lebih 5.000 jiwa dan berasal dari berbagai etnik. Kami sampai di pulau, menggunakan kapal yang diberi nama oleh pemiliknya Novita Sari. Banyak juga kapal lain hari itu sih.

Ini kedua kalinya saya mengunjungi Pulau Barrang Lompo. Kunjungan kali ini dalam rangka belajar Seni Memfasilitasi dan kunjungan ke masyarakat pulau. Meski hanya dua hari, kami belajar bersama seni membangun hubungan, Komunikasi non-verbal, Teknik-teknik mendengar fasilitatif, Feedback/ Feedforward, Kerangka kerja fasilitasi dan teknik-teknik: Divergensi, mutual understanding, Konvergensi dan lain lain. Di fasilitasi oleh kak Rahma tya Nuhung dan Kak Tasrin Halid, dengan energizer yang memicu semangat belajar.

Pembelajaran yang sedianya kalau normalnya itu sampai sepekan, ini diberi dalam sehari. itupun, poin-poin penting. Ada yang menarik saat kami dibagi menjadi tiga kelompok, dan masing-masing kelompok diberi tugas untuk menyamakan frekuensi. Jadilah malam itu, seeprti paduan suara dengan olah vokal dan bunyi yang berbeda.

Bertempat di Marine Station Universitas Hasanuddin, keceriaan dan keasyikan itu menjadi cerita tersendiri bagi teman-teman. Ada teman-teman baru yang ikut bergabung bersama, dari TKS dan KPRM. Komunitas yang memiliki visi dan tujuan yang sama dengan apa yang teman-teman Makassarpreneur lakukan.

Sayangnya, hanya berada dua hari di sana. Keramahan penduduk pulau dan suasana yang membuat kita akan ingin kembali lagi. Pulau dengan penduduk yang kebanyakan adalah penangkap ikan dan teripang yang diekspor ke luar negeri. Untuk mendapatkannya mesti menyelam ke dasar laut.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *