Coffee Morning, Jalin Silaturahim

Jika menghitung dari angka Nol pada jejeran atau barisan ruangan, maka ruangan yang mendapat giliran berbagi makanan di coffee morning kali ini adalah ruangan ke lima. Yaitu ruangan program studi Arsitek yang sedari tadi, siempunya sudah menunggu pesanannya sambil sesekali melihat jam tangannya jika pesanan akan datang pukul 10 pagi.

Hari Jumat, mulai pukul 9 sampai 10 pagi, terkadang berbagai makanan dari yang ringan sampai yang berat terhampar cantik di atas meja. Meski tak selalu berat sih. Istilah kumpul bersama di hari Jumat, adalah coffee morning. Jika pecinta Teh, jangan ragu untuk mendekat, sudah disediakan teh, kopi dan gula. Teman-teman cukup datang dan berbagi cerita. Dan kita mari jalin silaturahim.

Mari menikmati Coffee Morning

Seperti Jumat pagi ini (14/2/2020), saat Pak Teri datang dengan sekantong songkolo bagadangnya menjadi pembuka saat jam menunjukkan pukul 10 kurang 15 menit. Lalu menyusul Pak Amirullah yang datang dengan makanan manisnya.

Songkolo bagadang

Silaturahim
Suasana coffee morning di hari Jumat
     
Dan yah, sepanci besar bubur disertai dengan lauk ayam, telur dan temannya datang menyapa. Setelah saya menikmati makanan pembuka karena datangnya duluan, nyatanya hari itu perut sebenarnya sudah hampir full. Sebungkus songkolo dan sebiji pisang sanggara balanda yang yummy sudah masuk duluan.

Siapkan bubur Ayam

Melihat bubur ayam pagi itu yang bikin lapar mata lapar perut, akhirnya semangkok sudah cukup untuk menjadi tenaga menjalani hari saat di ruangan sendiri yang kadang ramainya tak tentu suasananya.

Ini menjadi the biggest coffee morning hari ini, meriah dan mengenyangkan.

Bubur ayam coffee morning

Jadi ingat, cerita di Bandung. Meski cuma 4 bulan di sana, sarapan bubur menjadi sarapan pagi menemani hari saat akan beranjak ke kampus ITB.

Baca juga: Ke Bali via darat dan laut

Biasanya bubur ayam yang nangkring di dekat asrama atau bubur ayam di samping mesjid Salman. Bubur ayamnya tanpa kuah, jadilah setiap beli pesan ke mas atau si bapaknya itu tambahin kuah lontong kari. Dan dulu, setiap kali jika ikut acara dan nginapnya di hotel, saat sarapan pagi yang dicari adalah bubur. Meski sebenarnya kalo di rumah, segelas teh sudah menjadi booster setiap hari karena ibu yang buat :D.

One thought on “Coffee Morning, Jalin Silaturahim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *