6 (Enam) Kesalahan dalam Fasilitasi

Kesalahan dalam fasilitasi sering tidak disadari oleh fasilitator kegiatan. Padahal dalam sebuah kegiatan yang sedianya dimulai dari waktu yang ditentukan, peran fasilitator menjadi penting. Maka, mengenal dan mengetahui kesalahan dalam fasilitasi mutlak bagi mereka yang bekerja dalam memfasilitasi sebuah pertemuan. Cara memfasilitasi, dan bagaimana tekniknya.

Jangan sampai, peserta merasa kehadiran mereka hanya membuang waktu dan goals yang diharapkan dari siempunya kegiatan tidak tercapai.

Nah, apa saja sih kesalahan fasilitasi yang dilakukan oleh fasilitator. Saya mendapatkan pengetahuan ini setelah ikut kegiatan manajemen kelas bersama sobat Lemina.

Apa itu Teknik Fasilitasi?

Teknik fasilitasi adalah cara untuk mempermudah proses. Fasilitator adalah orang yang melakukan fasilitasi. Sebagai fasilitator, beberapa keterampilan yang perlu dimiliki, yaitu:

  • Dapat berkomunikasi dengan efektif.
  • Dapat membina suasana yang hangat dan akrab.
  • Dapat mengembangkan strategi.
  • Mampu memecahkan masalah.

Selain dari keterampilan di atas, keterampilan bertanya dan mendengarkan adalah kunci bagaimana cara memfasilitasi. Dan keterampilan ini perlu diulang dan dibiasakan, bagaimana bertanya kepada peserta, untuk mendapatkan jawaban yang diperlukan.

Kesalahan dalam Memfasilitasi Kegiatan

Namun, dalam proses fasilitasi, ada enam hal kesalahan yang dilakukan selama proses kegiatan memfasilitasi.

Salah Posisi

Saat kegiatan akan berlangsung, fasilitator membuka kegiatan untuk menarik minat awal peserta. Posisinya seharusnhya berada di tengah audiens atau peserta, namun si fasil menempatkan dirinya di tempat yang tidak terlihat secara keseluruhan oleh peserta semisal berada di bagian agak kanan atau kiri. Belum lagi jika, ia menempatkan dirinya langsung di depan peralatan semisal laptop di meja dan perhatiannya tidak secara utuh kepada audisens. Kesel ngga pesertanya?

Posisi Berdiri

Saat mendengarkan pemaparan audiens, posisi berdiri fasilitator harus tetap tegak, jangan bertumpu di salah satu kaki. Usahakan tetap fokus dan mengikuti alur pembicaraan. Memfasilitasi pertemuan dengan berada di tengah.

Posisi MIC

Posisi tangan yang sedang memegang microphone itu jangan dimainkan, Mengapa? itu bisa mempengaruhi audiens yang sedang bercerita sehingga mengganggu fokus.

Datang dengan Botol Penuh

Terkadang kita lupa, posisi kehadiran kita sebagai fasilitator dalam sebuah kegiatan adalah sebagai orang yang menjembatani berlangsungnya diskusi, Namun tanpa sadar, karena kita paham dengan isu yang sedang dibahas, maka kita kemudian menjadi sok tahu sehingga kemudian fasilitator mendominasi kegiatan.

Padahal sebagai fasilitator, kehadiran kita harusnya datang dengan membawa botol kosong, bukan datang dengan membawa botol yang berisi penuh. Mendengar peserta satu, lalu peserta lain memberikan informasi lalu menyimpulkan sesuai dengan isu yang dibahas.

Tidak Interaktif

Yah, tidak interaktif. Maksudnya, fasilitator seperti berda di dunianya sendiri. Padahal keberadaannya adalah memunculkkan jawaban dari peserta. Bertanya, mendengarkan dan bertanya kembali. Sehingga, kelas menjadi hidup dan semua orang mendapatkan perannya masing-masing. Komunikasi sangat penting.

Tidak Menguasai Kelas

Seperti apa rasanya berada di depan orang yang belum pernah ditemui? Sedang di depan orang yang kita kenal pun rasanya membuat kita merasa gemetaran di saat presentasi.

Nah, tips ini mungkin bisa mengurangi rasa nervous saat teman-teman akan melakukan presentasi di hadapan peserta kegiatan.

  • Datanglah lebih awal.
  • Perhatikan kondisi ruangan kelas dan sekitarnya.
  • Tarik nafas dan hembuskan, buat diri senyaman mungkin.
  • Yakin dan percaya diri, bahwa semuanya akan berjalan lancar.
  • Kuasai materi yang akan dibawakan.
  • Gunakan bahasa yang bisa dipahami agr apa yang ingin disampaikan bisa dipahami oleh peserta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *